Friendship Bracelet

Beberapa waktu lalu, aku kembali diminta mengisi sesi keterampilan di acara keputrian anak-anak SMP. Menyenangkan. Mereka yang meminta untuk mengajari cara membuat gelang. Dan beginilah gelang yang kami buat di sesi keputrian.

Alat dan Bahan:

  • Benang sulam, 1 atau 2 warna, masing-masing sepanjang 60 cm dan 200cm.
  • Selotip
  • Gunting
  • Manik-manik, 3-4 butir.

Cara Pembuatan:

  1. Siapkan benang, lipat menjadi dua sama panjang. Buat simpul di tengah, lalu rekatkan ke meja dengan bantuan selotip. Tarik benang yang panjang ke arah luar. Siapkan untuk menjalin/membuat simpul.
  2. Tarik benang dari kiri, tempatkan di bagian atas benang yang tengah. Posisikan benang di sebelah kanan ke bagian atas benang pertama, lalu sisipkan ke bagian belakang untuk membuat simpul pertama.
  3. Tarik benang dari kanan, tempatkan di bagian atas benang yang tengah. Posisikan benang di sebelah kiri ke bagian atas benang sebelumnya, lalu sisipkan ke bagian kanan untuk membuat simpul kedua.
  4. Lakukan proses di atas (step 2 dan 3) berulang kali, bergantian. Silakan hitung hingga 30-35 kali. Siapkan manik-manik sesuai selera. Yang digunakan di sini adalah manik-manik persegi dengan lubang yang cukup besar. Masukkan benang yang tengah ke dalam lubang manik-manik, lalu buat kembali simpul seperti tahap sebelumnya.
  5. Lanjutkan dengan menambahkan 10 simpul sebelum menambahkan manik-manik berikutnya. Tambahkan 10 simpul lagi, talu tambahkan manik-manik berikutnya. Akhiri dengan membuat 30-35 simpul agar gelang terlihat simetris.
  6. Akhiri dengan menambahkan bandul berupa kancing atau manik-manik berbeda jenis. Buat simpul terakhir. Ujung gelang bisa dibiarkan menjuntai dengan manik-manik kecil di bagian ujungnya.
  7. Gelang persahabatan selesai dan bisa langsung digunakan.

Categories: Ragam Rupa | Tags: , , | Leave a comment

Bros Kupu-kupu dari Kain Felt

Beberapa waktu lalu saya diminta untuk mengisi materi keterampilan dalam satu sesi keputrian di sekolah kami. Sempat bingung juga, mau kasih materi apa untuk gadis-gadis remaja itu. Googling sebentar, dan alhamdulillah menemukan banyak ide di dunia maya. Pilihan dijatuhkan pada kreasi membuat bros kupu-kupu dari bahan kain felt. Kain felt ya, sodara-sodara, bukan kain flanel.

Alat dan Bahan:

  • Kain felt
  • Lem
  • Gunting
  • Tali rami atau benang sari buatan
  • Peniti/kait bros

Cara Membuat:

1. Gunting kain felt dengan ukuran kurang lebih 6 x 4 cm dan 5,5 x 3,5 cm seperti terlihat pada gambar. Buat pula ukuran kecil dengan warna lain untuk bagian badannya. Siapkan tali rami sepanjang kurang lebih 4 cm untuk sungut kupu-kupu.

Bahan yang diperlukan

2. Ambil lembaran kain felt yang sudah dipotong, beri lem di bagian tengah, lalu tekuk berlipat hingga membentuk pita. Lakukan hal yang sama untuk kedua helai kain felt.

Bentukan kain felt yang sudah dilem

3. Beri lem salah satu sisi yang berseberangan dari kedua bagian kain felt lalu gabungkan keduanya di bagian tengah. Tekan hingga menempel erat. Badan kupu-kupu sudah didapat.

Badan kupu-kupu

4. Beri lem pada bagian tengah kupu-kupu untuk menempel sungut. Sungut bisa dibuat dari tali rami atau bahan lain yang serupa, misalnya sari bunga yang biasa dipakai untuk membuat bunga plastik.

Menyiapkan sungut Kupu-kupu

5. Beri lem juga di sebagian atas sungut kupu-kupu, kemudian tempelkan potongan kain felt kecil dengan warna lain sebagai badan kupu-kupu.

Menempelkan badan kupu-kupu

6. Tempelkan atau jahit peniti kecil di bagian belakang.

Tempel atau jahitkan peniti bros di bagian belakang

7. Beri hiasan manik-manik atau lukisan kecil pada bagian sayap ataupun badan kupu-kupu untuk mempercantik si kupu-kupu. Bros kupu-kupu siap digunakan untuk mempercantik penampilan Anda.

Hasil akhir bros Kupu-kupu

Selain digunakan sebagai bros, kupu-kupu cantik ini bisa juga dijadikan tempelan magnet kulkas, hiasan bando, gantungan kunci atau phone strap, dll.

NOTE:

  • Kain felt adalah kain yang relatif tebal dan tidak bertiras. Kain ini terbuat dari serat wol tanpa proses tenun, sehingga bisa sangat rapi saat digunting dengan beragam bentuk karena tidak berserat.
  • Kain flanel adalah kain lembut berbahan dasar wol yang ditenun. Saat digunting, kain ini bertiras. Tersedia dalam beragam warna baik polos maupun bercorak yang biasa digunakan sebagai kain bedong bayi. Bisa juga dibuat piyama atau daster hangat. Nyaman lho.

Categories: Kerajinan dari kain | Tags: , , | Leave a comment

Keranjang Anyaman Kertas

Alat dan bahan:

  • koran, tabloid atau majalah bekas
  • lem
Cara pembuatan:
  1. Potong-potong koran menjadi 2 bagian di bagian panjangnya. Untuk tabloid tidak perlu dipotong.

    Separuh bagian koran. Bagi ke arah panjangnya.

  2. Lipat satu bagian koran menjadi satu batang tipis. Buat sebanyak 9 buah.

    Buat 9 buah lipatan koran

  3. Jalin/anyam 6 buah batang koran berselang-seling sebagai alas. Jika perlu, rekatkan dengan lem agar anyaman tidak bergeser.

    Bagian dasar keranjang anyaman

  4. Buat cincin persegi untuk menegakkan dinding keranjang. Sesuaikan dengan ukuran bagian dasar keranjang anyaman.

    Menyesuaikan ukuran cincin persegi.

  5. Jumlah cincin persegi bisa disesuaikan dengan keinginan, minimal 2 buah.

    cincin persegi

  6. Tegakkan sisa lipatan kertas koran, kemudian anyam berselang-seling menggunakan cincin persegi yang sudah disiapkan sebelumnya untuk membentuk dinding. Rekat dengan lem seperlunya.

    Anyaman pertama untuk membentuk dinding keranjang

    Anyam berselang-seling untuk membentuk dinding keranjang

  7. Sisipkan sisa kertas ke sela-sela anyaman di dinding keranjang bagian atas. Demikian pula di bagian dalamnya. Rekatkan dengan lem bila perlu.

    Menyisipkan ujung lipatan koran.

Hasil akhirnya, keranjang bisa digunakan sebagai wadah multiguna.

Keranjang Anyam

Bentuk dan ukuran keranjang pun dapat dimodivikasi sesuai keperluan dan kreativitas. Anak-anak dapat dimotivasi untuk ikut serta membuat keranjang anyaman sederhana ini. Berkreasi bersama, menjalin kedekatan antara orang tua dan anak.

Categories: Kerajinan Kertas | Tags: , , , , | Leave a comment

Pigura Berhias Kain

Alat dan Bahan:

  • Kardus tebal bekas air mineral, mi instant, sepatu atau lainnya.
  • Kain. Kain jeans atau bahan katun seperti batik paling baik.
  • Penggaris besi
  • Cutter
  • Gunting
  • Lem Uhu dalam tube
  • Sedikit kertas karton

Tahap Pembuatan

1. Ukur dan potong kardus tebal dengan ukuran 15 x 20 cm. Siapkan sebanyak dua buah. 2. Ukur kembali satu bagian potongan kardus untuk membuat bidang pigura sebesar 9 x 14 cm.  Posisi lubang pigura disesuaikan dengan selera. 3. Ukur kain sebagai pembungkus bagian alas. Buatlah sebesar dua kali ukuran alas, dan bungkus rapat hingga tertutup rapi seluruhnya.

4. Untuk bagian pigura, potong kain dengan kelebihan ukuran sebesar 2-3 cm. Bungkus dengan rapi, rekatkan dengan lem dari tepian kardus agar kain tidak bergeser.

5. Buat lubang di bagian tengah, gunting hingga ke sudut pigura. Rekatkan ke dinding pigura bagian dalam. Dahulukan sisi-sisi yang berseberangan.

6. Siapkan potongan bagian dalam pigura yang telah dipotong sebelumnya. Bungkus dengan kain dan tambahkan bagian panjangnya. Tempelkan di bagian dalam dasar pigura, lalu tempelkan ujung lainnya di bagian belakangnya.

7. Tumpukkan bagian depan pigura ke bagian dasarnya dengan menempelkan potongan kertas tebal di tiga bagian sisinya. Hal ini akan menyisakan ‘lubang’ di bagian atas untuk tempat memasukkan foto.

8. Pigura yang sudah jadi.

Pigura kreasi Tanganterampil

Categories: Daur Ulang | Tags: , | 1 Comment

Wadah Multiguna

Wadah-wadah styrofoam makin sering terlihat digunakan di berbagai tempat. Mungkin karena kepraktisannya juga fungsi menahan temperatur hingga makanan di dalamnya tetap hangat, maka wadah styrofoam menjadi favorit. Tapi sampah styrofoam ternyata membawa dampak yang kurang baik pada lingkungan. Ketika dia berinteraksi dengan suhu tinggi, akan menimbulkan residu dan polutan berbahaya ke udara. Jadi, alih-alih membakar styrofoam, mari kita oleh kembali wadah styrofoam menjadi benda lain yang berdayaguna.

Alat dan Bahan:

  • Wadah styrofoam . Manfaatkan bagian tutup yang agak datar.
  • Kertas washi*) -bisa diganti dengan kain
  • Kertas krep
  • Gunting
  • Lem fox yang diencerkan
  • Kuas
  • Cat semprot transparan sebagai coating

Tahap Pembuatan:

Bersihkan wadah styrofoam dari sisa makanan maupun uap air. Gunting bagian atas/tutup wadah styrofoam. Rapikan tepiannya.

Kertas krep sebagai bungkus piring styrofoam

Siapkan kertas krep dengan ukuran sekitar 3 cm lebih besar dari keliling styrofoam yang telah digunting.

Encerkan lem fox dengan air hangat hingga berbentuk cairan dengan kekentalan yang rata. Sapukan lem secara cepat di permukaan luar styrofoam dengan menggunakan kuas yang cukup lebar.

Merapikan kertas krep di bagian sudut

Tempelkan kertas krep di bagian luar styrofoam. Ratakan permukaan kertas krep, jangan sampai ada gelembung udara terperangkap di bawah lapisan kertas. Lipat kelebihan kertas ke bagian dalam. Tarik tepiannya dengan hati-hati, dan rekatkan dengan lebih banyak lem.

Menempelkan kertas washi hati-hati

Siapkan kertas washi berukuran sama dengan keliling piring styrofoam. Aplikasikan lem cair di permukaan styrofoam bagian dalam. Rekatkan kertas washi ke atasnya, mulai dari tengah. Ratakan permukaannya hingga tak ada bagian yang menggelembung karena adanya udara yang terperangkap di dalamnya. Rapikan bagian sudutnya. Tekan-tekan permukaannya hingga rapi. Biarkan bagian tepi sedikit berkerut tapi melekat erat di permukaan bagian dalam piring styrofoam itu.

Tunggu hingga lem kering, kemudian semprot permukaan piring dengan cat semprot transparan. Biarkan beberapa waktu, dan piring semi ceper ini bisa dimanfaatkan sebagai wadah serbaguna di atas meja.

Hasil akhir piring styrofoam berlapis washi

*) Kertas washi adalah jenis kertas khusus dari Jepang. Karakternya lembut tapi kuat, sehingga mudah untuk dibuat berlekuk sesuai dengan bentuk permukaan yang diinginkan. Kertas washi bisa didapat di toko khusus yang menjual peralatan kerajinan tangan/craft supply.

 

Categories: Daur Ulang | Tags: , , , | Leave a comment

Gelas-gelas Kaca

Alat dan Bahan:

  • gelas atau botol kaca
  • paket glass art (cat kaca)
  • plastik vinyl

Tahap pengerjaan:

Sketsa gambar dengan liner hitam dari Glass Deco

Siapkan sketsa untuk digambar. Disarankan untuk menggambar dalam bentuk yang tidak terlalu rumit. Sulur-suluran akan sulit dieksekusi pada tahap akhirnya nanti.

Gambar ulang sketsa tersebut. Gambarkan garis luar/outline dengan menggunakan cat liner berwarna hitam di atas plastik vinyl. Plastik vinyl tersedia dalam paket cat saat kita membelinya. Cat dapat pula dibeli secara terpisah.

NOTE: tersedia juga alternatif liner berwarna perak, perunggu, dan emas yang dapat dibeli terpisah. Cat warna tersedia dalam beragam varian, mulai dari warna standar, cat timbul, hingga cat dengan efek glow in the dark.

Sampel gambar berwarna dengan Glass Deco

Diamkan gambar outline beberapa saat hingga cat liner berangsur kering. Pastikan semua garis saling menyambung tak terputus menjadi satu kesatuan gambar.

Selanjutnya, isi bidang gambar dengan warna. Pastikan pula bahwa warna tersebut menutup semua bidang gambar, menempel atau sedikit bertumpang-tindih dengan liner yang jadi pembatas bidang gambar. Kreasikan warna sesuka kita. Warna dapat dicampur untuk menghasilkan kombinasi gradasi warna yang unik dan gambar yang indah.

Tips: Gunakan tusuk gigi untuk membaurkan dua warna yang berbeda pada saat cat masih basah dengan pola melingkar.

Glass art setelah kering

Biarkan gambar selama beberapa waktu hingga cat mengering

Tips 1: Gunakan ujung cutter pada saat mengelupas gambar dari plastik vinyl. Setelah sedikit terangkat, keseluruhan gambar bisa diangkat dengan cara melengkungkan plastik vinyl tersebut. Cutter tak lagi diperlukan.

Tips 2: Pastikan posisi pasling pas untuk meletakkan gambar, dan tempelkan gambar ke atas gelas sekali jadi.

Dan inilah dia, lukisan gelas kaca yang indah dalam kreasi glass art.

Kreasi Lukisan Gelas Kaca

Kreasi glass art bisa diaplikasikan juga untuk botol atau stoples. Selamat berkreasi. :)

Categories: Ragam Rupa | Tags: , , , | 4 Comments

Naga Emas di Tahun Baru Cina

Alat dan Bahan:

  • Pola Naga
  • Kertas dupleks ukuran A4
  • Kertas karbon
  • Pensil
  • Crayon
  • Gunting
  • Lem
  • Cat semprot transparan
  • Batang bambu atau sedotan panjang

Awal tahun merupakan saat-saat yang bermakna bagi warga keturunan Cina, karena di saat inilah terdapat tahun baru mereka. Mari kita buat naga liong untuk menyemarakkan perayaan tahun baru Cina. Idenya didapat dari salah satu edisi buku “Art Attack“.

Pola Naga-sumber: Art Attack

Tahap pertama adalah menjiplak pola naga liong yang dapat diperbanyak dengan membuat salinannya memakai mesin foto copy. Pindahkan gambar ke permukaan kertas dupleks dengan metode jiplak menggunakan karbon.

Tahap selanjutnya adalah mewarnai sang naga, pada bagian kepala dan ekornya. Penggunaan crayon sangat disarankan untuk mendapatkan warna yang kuat. Bebaslah mengekspresikan warna, jangan terpaku pada warna merah, kuning dan hitam walaupun warna-warna tersebut sangat khas melambangkan tradisi Cina.

Naga Berwarna

Setelah selesai mewarnai, semprot gambar naga dengan cat transparan. Lapisan cat transparan akan menimbulkan efek glossy/kilap yang bagus, selain juga untuk melindungi warna agar tidak mudah berbaur. Setelah lapisan cat kering, gunting kedua bagian naga. Gunakan gunting berukuran cukup besar untuk memudahkan memotong lekuk outline sang naga di atas kertas tebal.

Selesai dengan tahapan menggunting, siapkan badan naga dari kertas spotlight berukuran 8 cm x 40 cm. Lipat kertas panjang itu seperti melipat kipas atau alas obat nyamuk bakar jaman dulu (duh… jadul banget ya? Lha sekarang sudah jaman obat nyamuk elektrik begini :p).

Sang Naga

Tahap berikutnya, sambung bagian badan dengan kepala dan ekornya. Gunakan lem fox putih agar lebih kuat. Tahap terakhir, memasang penyangga bambu pada badan bagian depan dan belakang sang naga. Jika perlu, kuatkan dengan jahitan di bagian ujung bambu.

Sang Naga Emas

Dan… sang naga liong pun menjelma. Dia kini siap dimainkan. Gong Xi Fat Chai.

Categories: Kerajinan Kertas | Tags: , , , , | 2 Comments